Dinas Koperasi UMKM Kabupaten Grobogan
Koperasi Pegawai Negeri, Kekuatan Ekonomi Yang (masih) Dipandang Sebelah Mata
Written by Administrator Wednesday, 14 December 2011 08:26
Selama satu dekade terakhir ini, perkembangan koperasi di wilayah Kabupaten Grobogan --khususnya koperasi pegawai negeri, yang kini sebutannya berubah menjadi KPRI (Koperasi Pegawai Republik Indonesia)-- mengalami kemajuan signifikan. Pertumbuhan nilai asset, jumlah anggota, tingkat pelayanan dan dengan sendirinya juga laba usaha sebagaimana tercermin dalam struktur sisa hasil usaha (SHU) terus mengalami kecenderungan (trend) meningkat seiring dengan ragam tuntutan anggota mengenai pelayanan koperasi pegawai yang lebih prima.
Upaya Pemkab Grobogan Menghidupkan UMKM di Wilayahnya
Written by Administrator Wednesday, 14 December 2011 08:20
Buka Kontak Dagang, Dirikan Pusat Oleh-Oleh
Usaha mikro, kecil, dan menengah telah menunjukkan peranannya dalam perekonomian nasional, namun masih menghadapi berbagai hambatan dan kendala, baik yag bersifat internal maupun eksternal, dalam hal produksi dan pengolahan, pemasaran, sumber daya manusia (SDM), desain, dan teknologi, permodalan serta iklim usaha. Sehingga untuk mengatasi hal tersebut dapat ditempuh dengan pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah.
Bupati Raih Penghargaan dari Kementrian Koperasi
Written by Administrator Monday, 12 December 2011 11:43
Dalam beberapa bulan ini, Bupati Grobogan, H. Bambang Pudjiono, SH mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat. Dua diantaranya dari Presiden Soesilo bambang Yudhoyono, dan yang terakhir ini dari Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).
Penghargaan Bakti Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ini diberikan pada peringatan Hari Koperasi 12 Juli lalu, di Istora Senayan.
Pemberdayaan Koperasi dan UMKM
Written by Administrator Monday, 12 December 2011 11:31
Bupati Grobogan, H. Bambang Pudjiono, SH beberapa waktu lalu menyampaikan mengenai pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Grobogan. Dalam kepemimpinannya tersebut banyak hal yang telah dan terus dilakukan untuk pemberdayaan ekonomi kerakyatan yang kesemuanya itu menunjukan keberpihakan yang tinggi dalam mengembangkan Koperasi, Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Gobogan, tandasnya.
More Articles...
Page 1 of 3
«StartPrev123NextEnd»
Total produksi kapas mencapai 344895,50 kg/tahun. Sentra produksi di kecamatan Gabus, Keradenan dan Toroh. Dukungan Dinas Pertanian berupa bibit tanaman kapas serta pengalaman masyarakat dalam membudidayakan tanaman kapas, telah membuat kabupaten ini menjadi salah satu pemain pasar kapas di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Total produksi kapas mencapai 344895,50 kg/tahun. Sentra produksi di kecamatan Gabus, Keradenan dan Toroh. Dukungan Dinas Pertanian berupa bibit tanaman kapas serta pengalaman masyarakat dalam membudidayakan tanaman kapas, telah membuat kabupaten ini menjadi salah satu pemain pasar kapas di Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Produksi sale pisang mencapai 60.000 bungkus / tahun, dengan sentra produksi di Kecamatan Wirosari. Sale pisang telah menembus pasar di beberapa kota besar Jawa Tengah seperti Solo, Semarang, Demak, Kudus dan Blora. Dengan pengembangan produk serta pengemasan yang baik, sale pisang Kabupaten Grobogan menjadi produk yang memiliki jangkauan pemasaran yang sangat luas.
Budidaya ternak sapi tersebar hampir diseiuruh kecamatan di Kabupaten Grobogan, terutama di Kecamatan Kradenan, Gabus, Pulokulon dan Ngaringan. Kabupaten Grobogan memiiiki tiga lokasi pasar hewan, yaitu Pasar Hewan Wirosari, Pasar Purwodadi dan Pasar Godong. Dukungan jalur pemasaran di wilayah Kabupaten Grobogan menjadikan bibit sapi potong sebagai produk andalan.
Jumlah bangunan rumah burung walet sebanyak 425 unit, dengan total produksi per unit mencapai rata-rata 8 - 12 Kg per tahun. Sentra produksi menyebar secara merata di seluruh Kabupaten Grobogan. Hasil produksi sarang burung wallet dipasok ke kota besar seperti Semarang, Surabaya dan Jakarta. Prospek budidaya burung wallet yang cukup besar dan terus meningkat.








